Bintang itu Bernama Yodida

“Mom, tolong doakan saya ya… besok saya diundang untuk interview terakhir chapter Yogyakarta, semoga bisa lolos ya Mom…” suara lirih itu masih terngiang di telingaku. Wajah polos dengan mata berbinarnya pun masih jelas tergambar di benakku. Binar mata itu, yang selalu menyiratkan semangatnya yang tak pernah padam untuk menggapai mimpinya. Pergi ke Amerika untuk mengikuti sebuah program pertukaran pelajar. Sebenarnya mimpi itu akan dengan mudah diwujudkan nya, jika dia terlahir dari sebuah keluarga yang harmonis yang mendukung semua talenta yang dia miliki. Namun dia berbeda. Dia unik dengan segala deretan batu kerikil yang berjajar di depan jalan tol mimpinya.

Dering telpon genggam ku membangunkan ku malam itu. Setengah sadar kuangkat telpon itu. Saatkulihat jam dinding kamarku, jarumnya menunjukkan angka 22.30 WIB. Kudengar suara dari seberang sana,

“Mom, saya ketinggalan bis dan terpaksa harus nginap di terminal. Uang saya tinggal Rp 100.000,- Cuma cukup untuk ongkos bis besok pagi. Udah dulu ya Mom, bateraiku low bat

”Aku hanya bisa berteriak dengan suara serak,

”Kamu baca ayat kursi terus ya nak, supaya Allah menjagamu…”dan kemudian telepon terputus. Kantuk ku mendadak sirna. Aku sibuk berdoa, memohon kepada Allah demi keselamatan dan kesehatan muridku yang satu itu.

Pagi itu aku bergegas menuju kelas. Dia menghampiriku dan berkata sedih,

”Mom, sepertinya saya harus mengubur mimpiku… Ibu tidak punya uang untuk persiapan berangkat ke Arizona.

”Ya, Arizona, sebuah lokasi dimana suku asli Indian tinggal disana. Sekaligus sebuah tempat dimana seharusnya dia bisa mewujudkan mimpinya.

“ Memang apa saja yang kau butuh kan, Nak?” gumamku.

Dia menyebutkan sederet panjang perlengkapan yang harus di bawanya kesana. Dan yang paling kuingat adalah satu koper besar, satu baju adat, dan 2 stel baju musim dingin. Dan otakku dengancepat menghitung besaran rupiahnya. Cukup banyak juga. Aku mencoba menghubungi pihak sekolah untuk membantu, tetapi mereka berdalih bahwa program pertukaran tersebut bersifat mandiri bukan program sekolah. Jadi dengan sangat menyesal mereka hanya bisa angkat tangan.

Aku memutar otakku dengan keras. Tidak tahu harus bagaimana untuk menolongnya. Deretan panjang kebutuhannya membuat kutak berkutik. Aku sebenarnya ingin membantunya dengan segenap daya upaya. Tapi aku tidak bisa. Aku tidak memiliki uang sebanyak itu.

Aku seperti melihat dia berjalan dalam sebuah goa yang gelap. Dan satu-satunya penerangan yang dia bawa adalah sebuah senter kecil. Aku membawa lentera, namun sinar lentera ku tak cukup teranguntuk menerangi jalannya.

“Ah, apa yang harus kulakukan?

”Dan tiba – tiba saja, aku melihat sebuah sinar terang di ujunggoa itu. Ternyata kegigihan, keuletan, serta kekuatan doa ibunya membawanya pada sebuah pertolongan dari Allah SWT. Sumbangan sukarela dari ikatan alumnus sekolah kami, menjadi jawaban doa-doa yang dipanjatkan ibunya. Perlahan senyumnya tersungging, karena dengan cara ini dia bisa menengok kembali mimpi yang hampir dilupakannya. Mimpi yang selama ini menjadi pompa semangat nya untuk terus berusaha dengan keras. Dan yang membuatku kagum, dia memiliki tekad kuat untuk mewujudkan mimpi itu. Tekad baja yang mungkin tidak dimiliki oleh anak – anak yang berasal dari keluarga yang utuh.

Dia sudah membuktikan bahwa bermimpi adalah hak setiap orang. Bermimpilah, karena mimpi itu adalah semangat mu untuk bisa maju. Dan gantung kan mimpi mu setinggi langit, karena bisa jadi
kaulah yang akan terpilih menjadi salah satu bintangnya. Dan dengan lantang kuteriakkan pada dunia bahwa Bintang itu bernama YODIDA MARCHIANISA ARIF.

 Yodida ke Amerika dalam rangka YES Program (pertukaran pelajar ke Amerika).

(Niken Purwani – Angkatan 1996)

TEMARAN

Aku terdiam. Terpaku sejenak seraya merasakan denyut jantung berdebar. Menghirup banyak sekali udara di ruangan ini. Rasanya hampir mati, mendengar lelucon-lelucon gila yang sangat sumbang di telinga. Ini bukan rekayasa. Atau kisah pahit di sinetron kejar tayang yang menelan banyak episode. Aku masih belum mengerti, tidak tahu yang harus aku lakukan. Dengan sapu tangan abu-abu yang diberikan ibuku, aku mencoba menyapu kedua kelopak mataku. Dengan sedikit berharap akan datangnya keajaiban. Ya! Aku memang perlu keajaiban.

Waktu berlalu tanpa terasa, sudah dua minggu ini aku menyandang predikat sebagai anak SMA. Lingkungan baru dengan teman-teman baru. Kami saling berkenalan, saling menceritakan latar belakang, saling perduli, saling berbagi. Ada MOS, ada kantin, dan perpustakaan yang berbeda suasana saat masih di SMP. Senang juga bisa bertemu kembali dengan teman SD yang sudah berubah penampilan di beberapa bagian tubuhnya setelah mengalami masa pubertas, Christoper dan Sherin. Aha!

“Mario?” suara Christoper terdengar memanggil di depan kelasku. Aku langsung bergegas mengambil beberapa langkah menuju ke depan pintu.

“Haaa, ada apa pagi begini ke kelasku Chris?” suaraku terdengar nyaring.

“Begini Mario. Nanti sore ada acara enggak?” tanya Christoper.

“Sore? Duh ada meeting panitia ekskul Chris.

Gimana, gimana? Emang ada acara apa? Mau ngajak nonton? Huahaha,” ledekku sekali lagi.

“Bukan, bukan. Gimana kalau nanti kita jogging? Bersama Sherin juga“

Jogging? Disini seharusnya kami bertiga sekarang. Aku, Christoper dan Sherin. Refreshingjoggingdi stadion Si Jalak Harupat Bandung. Dikejauhan kulihat Sherin dengan tas oranye yang diselempangkan di bahu. Christoper? Dimana Christoper? Dia yang berjanji dia juga yang tidak menepati waktu. Dasar pemalas, gawan bayi! Nah, itu dia. Akhirnya datang juga.

“Hei Christoper! Siapa yang membuat janji sebenarnya? Kamu atau Mario? Hahaha,” sindir Sherin menyambut kedatangan Christoper yang berbalut kaos biru dongker .

Kami mulai menikmati udara sore ini. Berjogging bersama sahabat, sambil memandang hijaunya rumput stadion sungguh anugerah yang hebat. Beberapa putaran telah berlalu, Christoper dan Sherin nampaknya masih tetap bersemangat walaupun banyak peluh yang mengalir di wajah mereka. Lain halnya denganku, aku merasa begitu lelah, dan aku putuskan untuk beristirahat sambil melihat mereka berlari. Detik demi detik dihabiskan Christoper dan Sherin untuk berlari. Sementara, aku merasakan sesuatu bergerak di kepalaku, bukan sejenis tawon atau lebah madu yang hinggap. Namun rasa ini semakin lama semakin hebat, kepalaku seperti di hantam meriam atau sarung tinju milik Tyson. Ya, terlalu berlebihan memang. Tapi, inilah yang sedang kurasakan. Rasanya memang luar biasa, ada banyak bayangan di depanku. Ku letakkan kedua telapak tanganku ke depan dahi, berharap rasa ini pergi menghilang. Namun, tidak demikian, aku merasakan sakit kepala yang sangat luar biasa. Belum lagi mual yang muncul bergejolak di perutku. Semuanya bertemu menjadi satu. Kenapa mereka bertemu dalam kondisi seperti ini, sungguh aku tak kuat menahan rasa sakitku kali ini. Aku mencoba memanggil Christoper dan Sherin mendekat. Bahkan, untuk bersuara pun aku tak punya daya, sehingga ku coba panggil lewat telepon genggam milik Christoper. Panggilanku berhasil diterima, dan segera ku tanggapi dengan melambaikan tangan memberi isyarat mereka untuk mendekat. Dbk.. Dbk.. Dbk.. Dbk.. suara sepatu lari samar samar ku dengar, entah kaki Chris atau Sherin yang berbunyi aku tak tahu. Semuanya hilang.

Aku tak ingat lagi kejadian apa setelahnya. Hanya terdengar suara Sherin memanggil dari kejauhan. Suara itu terdengar samar dan semakin mendekat hingga kedua kelopak mataku berhasil membuka.
Pandanganku kosong. Tak ingat apa yang sedang ku lakukan. Hingga aku menyadari aku masih membiarkan sepatu Nike running menempel di kedua kakiku. Aku mencoba bangkit. Namun, reaksi yang timbul di kepalaku tak menyetujuinya. Hingga aku terdiam sejenak dan mencoba bertahan.

“Mario, lebih baik kami antar kamu pulang sekarang!Kamu butuh istirahat dan obat,” sahut Sherin menimpali.

Aku hanya bisa menurut kala Christoper dan Sherin mengantarku ke rumah dan mereka menceritakan semua yang terjadi ke orang tua ku. Aku hanya diam sambil berpikir, kenapa badanku sering kurang nyaman dan cepat lelah akhir akhir ini. Dan setuju kala orang tuaku membawaku ke dokter.

“Ini Splenomegaly. Coba besok kamu dan Ibumu periksa ke rumah sakit untuk tes darah dan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara saya kasih resep ini dulu”. Splenomegaly? Hal itu membuat tanda tanya besar di kepalaku. Aku mencoba menjelaskan semuanya kepada orang tuaku. Kutahu, mereka kuatir .

Suara burung pipit kembali antusias menyambut datangnya pagi. Runcing sinar surya menyelinap lewat celah jendelaku. Hari itu, hari Rabu, aku sengaja tidak mengikuti pelajaran hari ini di sekolah, karena sesuai saran dokter, aku harus pergi melakukan tes darah dan pemeriksaan lanjut di rumah sakit. Hal ini membuatku semakin bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya terjadi?. Aku ini baik-baik saja. Sama seperti orang orang yang ku temui di depan rumah setiap pagi ketika aku berangkat sekolah. Sama seperti penjual kue keliling langganan ibuku. Apa yang salah?. Pertanyaan itu yang sekarang muncul di benakku. Aku coba cari kata yang di ucapkan dokter tadi malam lewat mesin pencari google. Dan hasilnya, splenomegaly adalah keadaan limpa yang membesar dikarenakan oleh virus atau bakteri, anemia, leukemia, talasemia, dan lain lain. Aku mencoba berpikir positif. Aku kecapean? Ya, karena itu aku kurang darah merah!

Kini aku ada di hadapan dokter yang memegang hasil laboratorium pemeriksaan darahku. Hasil laboratorium mengatakan jumlah sel darah merah yang terkandung dalam darahku sangat jauh dari angka normal. Sebaliknya jumlah sel darah putih meningkat cukup drastis dari angka yang diharapkan.

“Leukemia…”.

Kata itu muncul dengan perlahan sebelum air mataku jatuh bercucuran. Ibuku ikut tak percaya apa yang dikatakan dokter. Matanya berkaca-kaca, Beliau terdiam menatapku iba, sembari mengulurkan sapu tangan abu-abu yang di genggamnya.

“Tenang Mario, kamu menderita Leukemia kronik, atau bisa disebut dengan CML. Penyakit ini memang memerlukan perhatian khusus. Namun, tak usah khawatir, Allah pasti tahu jalan yang terbaik buat kamu.

”Ingin aku meronta dan protes . Apa yang sudah aku lakukan? Apa penyebabnya? Pola makan? Pola hidup? Semuanya begitu jelas sekarang. Perasaanku berkecamuk tak percaya. Ingin berteriak sekuat kuatnya. Meluapkan rasa ini kepada angin, kepada senja sore di rumahku. Aku terdiam. Terpaku sejenak seraya merasakan denyut jantung berdebar. Menghirup banyak sekali udara di ruangan ini.

Rasanya hampir mati, mendengar lelucon lelucon gila yang sangat sumbang di telinga. Ini bukan rekayasa. Atau kisah pahit di sinetron kejar tayang yang menelan banyak episode. Aku masih belum mengerti, tidak tahu yang harus aku lakukan. Dengan sapu tangan abu-abu yang diberikan ibuku, aku mencoba menyapu kedua kelopak mataku. Dengan sedikit berharap akan datangnya keajaiban. Ya! Aku memang perlu keajaiban. ——–END——–

foto-cerpen-temaram-alm-haryo-hutomo-sukmajati
(Alm. Haryo Hutomo Sukmojati-Angkatan 2015(53))

Tulisan ini adalah permintaan dari Angkatan 2015 untuk mengenang almarhum yang hobi tulis-menulis. Diambil dari blog almarhum yang meninggal usai lulus SMA dan sempat menjadi mahasiswa UI. Selamat jalan Haryo Hutomo Sukmojati, doa kami selalu besertamu.

TAHUKAH ADIK ADIK SEKALIAN ? (SMAN ABC)

Sekitar tahun 1960 an dimana saat logo-sman-abcitu saya duduk dikelas II B beserta Mas J. Kusrin (Purn. Laksamana Pertama TNI –AL), Mas Hartadi Toehar (Purn. Kol. TNI –AL), Mas Bu
diman Badrun (Purn. Kol. Polri), Mas Prof. Dr. H. Suprijono, Ir. Msc, Prof. Dr. H. Nasikun (alm), Drs. Ma. Mas Sumadikun (Purn. Kol. TNI –AL), Mas Subyakto Tjakrawedaya, Drs. (Mantan Menteri Koperasi) dan lain – lain. Kami bertanya tanya dan berpikir.

“ Kok SMA Negeri ABC Cilacap tidak punya lencana/emblem/insigne ?” padahal saat itu SMA MUHAMMADIYAH, SMA GANESHA, SMP NEGERI, SMP PIUS, SMP EKONOMI (SMEP) dan lain–lain yang ada di Cilacap termasuk Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia ( IPPI ) dan Pemuda Islam Indonesia ( PII) punya lencana/emblem.

Kemudian kita pada rembugandan diitindak lanjut oleh rekan Mas J. Kusrin yang memberi contoh emblem dan langsung disetujui rekan – rekan, kemudian dicetak . Semua siswa membeli, namun berapa harganya saya lupa.

Sayang filosofi dari lencana itu saya tidak tahu, seperti bentuk lencana segitiga terbalik, warna dasar abu–abu , selempang dan segi empat pada tulisan abc berwarna merah dan obor dibawah selempang dengan tulisan tjilatjap. Apa artinya dan apa maksudnya? Malah lambang SMAN ABC Tjilatjap dijadikan cover depan buku kecil Keluarga Besar Alumni SMAN ABC Tjilatjap nemjipat pada pertemuan nemjipat di Baturaden, Purwokerto tanggal 5 Februari 2004.

Ketua Ikasmaricap Cabang Surabaya (M. Subardi S– Angkatan 1962)
NOTE : SMAN ABC untuk selanjutnya dinamakan SMAN 1 CILACAP.

Ini Adalah Sebuah Kehormatan

Salam MBMI!!! Salam Maju Bersama Mencerdaskan

Indonesia!!!Perkenalkan saya Lia Anggraeni, Koordinator Ikasmaricap Angkatan 2011 sekaligus sebagai guru SM3T angkatan V.

dsc07174

Cerita ini berawal ketika saya memutuskan mengikuti sebuah program dibawah naungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Program tersebut adalah SM-3T atau Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal.

Inti dari program ini adalah pengiriman guru ke berbagai daerah di pelosok negeri Indonesia. Setelah melalui beberapa tahap mulai dari seleksi administrasi, akademik, wawancara dan prakondisi di Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, tibalah saya di jalan pengabdian Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Sebuah provinsi yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Timur.

Singkat cerita, saya di tugaskan sebagai guru di kelas VI SD GMIT Pido, Alor bagian Timur Laut. Daerah penempatan saya terletak di dataran tinggi, dengan medan jalan yang cukup sulit. Jalan yang harus ditempuh bukanlah jalan mulus aspal tetapi sebuah jalan yang tidak layak disebut jalan karena jalan itu adalah jalan seperti sungai kering. Atau bisa juga dikatakan jalur pendakian naik gunung. Apabila musim kering berarti banyak batu dari kerikil sampai batu besar yang lepas, sedangkan apabila musim hujan jalan berubah menjadi lumpur.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan tanggapan orang Alor asli yang saya temui. Ketika ditanya tugas dimana dan jawaban Pido yang ada, maka orang Alor bilang,

“Kasian ehhh!!! Aduh!!! “.

Tanggapan tersebut cukup masuk akal, karena kehidupan di Pido belum terjamah oleh listrik, jaringan komunikasi atau belum ada sinyal dan akses jalan yang sulit. Bukankah kita sudah 70 tahun merdeka???

Apa yang saya dapatkan disini berkaitan erat dengan cara mensyukuri hidup. Kehidupan di Pulau Jawa yang lengkap akan fasilitas memudahkan kita selama ini. Mungkin membuat kita tidak sadar ada saudara di timur sana, yang merasa cukup dengan sinar dari bulan dan sebuah nota atau pesan berantai. Tidak adanya listrik dan sinyal membuat penyesuaian baru bagi saya. Mereka bisa jadi tidak tahu apa itu Indonesia, siapa Presiden atau bahkan hal lain di luar dari kehidupan di desa. Akses informasi yang terhambat membuat perkembangan masyarakat berjalan sangat lambat. Fakta yang
terjadi awal pertama kali datang, siswa saya tidak tahu apa itu Indonesia, apa itu Jakarta, bahkan siapa Presiden Indonesia. Yang mereka tahu hanyalah kehidupan di desa itu saja.

Adaptasi dengan warga sekitar yang didominasi nasrani dan saya sebagai pendatang baru sebagai muslim, juga menjadi pengalaman baru. Pemahaman baru bagi mereka orang Alor tentang cara hidup muslim dan pemahaman baru bagi saya tentang kehidupan nasrani. Namun itu semua menjadi selaras karena tingginya toleransi.

Bukan bermaksud untuk merendahkan akan tetapi inilah yang menjadi kenyataan!

Bukan bermaksud untuk menceritakan kekurangan tetapi inilah kehidupan!

Bukan bermaksud untuk menyalahkan tetapi inilah perjuangan!

Memasuki bulan ke 9. Hal yang dirasakan kini adalah, apapun yang saya lakukan di daerah 3T ini bukanlah sebuah pengorbanan, melainkan sebuah kehormatan untuk bisa belajar banyak dari meraka “Anak Alor”.

(Lia Anggraeni – Angkatan 2011)
Koordinator Ikasmaricap Angkatan 2011

Pertemuan Rutin IKASMARICAP Cabang Yogyakarta

Tak seperti biasanya, udara pagi sudah dapat dirasakan oleh indra ini. Sayup teduh hembusan angin dikontaminasi oleh baunya embun pagi, mengimbuhi sensasi yang dirasakan sang indra. Dengan keyakinan penuh, secara perlahan terlukislah cerita pada permukaan embun di depan mata ini. Embun itu seiring dengan waktu semakin mendekati ujung daun, tertarik gravitasi, dan akhirnya jatuh di lantai rumah ini. Bertebaran untuk menjadi ribuan pengalaman, kisah, nasehat atau petuah yang siap berfaedah dan menjadi pembelajaran di dalam kehidupan ini.

IKAS JOGJA kembali menggelar pertemuan rutinnya pada hari ini Sabtu, 17 September 2016 bertempat di Sarina Garden, Grha Sarina Vidi (GSV), Jalan Magelang No. 75, Sendangadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara pertemuan rutin ini berjalan dari mulai pukul 09.00-13.00 WIB.

Selanjutnya, ada apa dengan pertemuan kali ini?

Sebuah kebanggaan bagi kami, karena pada kesempatan kali ini, kita kedatangan penghuni baru dari SMAN1C angkatan 2016. Tampak dua wajah baru memberikan warna baru dalam keluarga IKAS JOGJA. Bagi mereka yang notabenenya mahasiswa, merasa sangat senang dan bahagia bisa menjadi satu keluarga di kota perantauan ini. Keluarga kedua di kala kalbu ini merindukan tanah air tercinta. Walau baru bisa dua perwakilan yang hadir itu tidak masalah, semoga ke depannya teman-teman yang lain bisa ikut meramaikan ya, ditunggu nih sama Kangmas dan Mbakyu, Dimas dan Diajeng IKAS JOGJA sesepuh, hehe

20160917162643
Ini dia, anggota baru kami, Rezaldi Puruhita R. (paling kiri) dan Afif Surya A. (tengah), masih malu-malu di foto nih

Eaaaa… Baperr baperr …

Pertemuan IKAS JOGJA ini diawali dengan berdoa bersama. Kemudian, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebanggaan kita, Mars IKASMARICAP. Suara MARS memenuhi seantero ruangan pada saat itu dan menambah kerinduan kami, akan SMA Negeri 1 Cilacap tercinta. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pidato dari Mas Ehom Soeharjo W. (Angkatan 65) yang ternyata juga pemilik dari tempat pertemuan kami ini loh. WWOOWW !!! Dan Beliau bersama dengan Mas Sumardi Suhud (Angkatan 65) menjadi tuan rumah pada pertemuan kali ini, yeeeyy !!

Setelah mendengarkan kata pembuka yang diselingi sedikit saran dan harapan, acara dilanjutkan dengan sesi penyampaian saran yang dalam hal ini diwakili oleh Mba Titi. Kemudian, berlanjut pada perbincangan perihal kegiatan besar kita IKAS JOGJA, yaitu Ulang Tahun IKAS JOGJA ke-3, yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan November di daerah Banyusumilir. Pada sesi ini, seluruh hadirin diminta untuk memberikan saran dan masukan ide kegiatan agar dapat membangkitkan semangat IKAS JOGJA yang sudah mulai turun, dan kembali mempererat tali silahturahmi kita satu sama lain.

… TEKAN KERAKET …

Selain itu, juga dibicarakan mengenai acara arisan IKAS JOGJA yang akan tetap berlanjut. Acara selanjutnya adalah perayaan Ulang Tahun dari anggota IKAS JOGJA pada periode bulan Juni – September. Ada 2 hal yang menarik pada perayaan Ulang Tahun kali ini. Pertama, Diajeng Adinda Putri N. (Angkatan 2015) ternyata tepat berulang tahun pada hari ini. Selamat Ulang Tahun, Diajeng Dindaa!! Kedua, KangMas Moehargo yang dulu merupakan Guru Fisika di SMA Negeri 1 Cilacap  ternyata merayakan Ulang Tahunnya yang ke -80, WAAW!! luar biasa!!, semoga terus diberi kesehatan ya, KangMas :) .

img-20160917-wa0022
Inilah penampilan dari Diajeng Adinda Putri N (yang memegang microphone) di hari ulang tahunnya, membawakan lagu Selamat Ulang Tahun dari Jamrud bersama teman-teman 2015 dan 2016.
img-20160917-wa0033
Inilah KangMas-Mbakyu dan Diajeng-Dimas yang berulang tahun pada periode Juni – September. KangMas Moehargo (kemeja kuning) yang menginjak usia 80 tahun.

Acara pertemuan ini, dilanjutkan dengan makan siang bersama seraya diiringi lagu-lagu tempo doeloe, oleh Mba Emmy the genks dan Mba Yoni Suryani (Angkatan 62), serta Mba Rosiani (Angkatan 83).

Selain kegiatan yang secara runtut dipaparkan di atas, kita juga melakukan berbagai sesi foto yang tujuannya untuk pembuatan kalender IKASMARICAP. Sesi foto ini diadakan 3 kali yaitu di awal sebelum acara dimulai, kemudian pada sesaat setelah makan bersama, dan di penghujung acara. Selain itu, juga ada beberapa dokumentasi acara. Berikut hasil jepretannya :)

img-20160917-wa0019
Foto Sesi II IKAS JOGJA (Pose pertama)
img-20160917-wa0028
IKAS JOGJA !! SEMANGAT !!
img-20160917-wa0031
Selamat UIang Tahun KangMas-Mbakyu dan Diajeng-Dimas !
img-20160917-wa0041
Foto Sesi I IKAS JOGJA (Gaya Pertama)
img-20160917-wa0043
Foto Sesi I IKAS JOGJA (Gaya Kedua)
img-20160917-wa0045
Suasana Pertemuan IKAS JOGJA kali ini, di Sarina Garden, Grha Sarina Vidi
img-20160917-wa0047
Ini dia, penyanyi-penyanyi kita pada pertemuan kali ini,Mba Emmy and the genk, suaranya keren !!
img-20160917-wa0048
Foto Sesi III IKAS JOGJA, setelah kedatangan Mba Dokter, Hehe
img-20160917-wa0049
Foto Sesi II IKAS JOGJA (Pose kedua)
img-20160917-wa0050
Foto Sesi II IKAS JOGJA (Pose ketiga)
img-20160917-wa0053
Foto Sesi III IKAS JOGJA (Pose kedua)
img-20160917-wa0056
Selamat dan Terima kasih atas kehadiran Mas San (kiri) dan Mba In (kanan) di pertemuan IKAS JOGJA
img-20160917-wa0058
Foto dulu nih :) Cheerss
img-20160917-wa0059
Ayo, siapa yang setuju, angkat tangannya …
20160917162713
Makanan ringan dulu, sama seduhan kopi dan air bening, baru makan besar :)
20160917162754
Sesi Makan-makan bersama, paling depan Dwi Titus I. Angkatan 2015
20160917162812
Sesi Makan-Makan bersama Pose 2
20160917162834
Fokusnya ketiga cowonya aja ya, jangan ke patungnya. Cowo-cowo Mesin, siapa mau? wkwk. Dari kiri, Faris Nur Fahar (Ang. 15), Ray Syahputra (Ang. 15) dan Akbar Nur Bachtiar (Ang. 15)
20160917162905
Sesi Makan-makan bersama pose 3
img-20160917-wa0060
Mba Titi dan Mba Retno: Teko disit, foto disit hehe
img-20160917-wa0061
Hallo Mba Ale: Saingan sama Mba Titi, teka disit, foto disit haha
img-20160917-wa0077
Mba Emmy and the Genks, sedang memilih lagu nih :)
img-20160917-wa0069
Yeey, selamat ulang tahun KangMas Moehargo
img-20160917-wa0071
Mba Emmy dan Mba Mub, sedang serius, syuttt, diem dulu ya, hehe
img-20160917-wa0073
Kami angkatan 2015 dan 2016 (pose 1)
img-20160917-wa0075
Kami angkatan 2015 dan 2016 (pose 2)
img-20160917-wa0076
Kami angkatan 2015 dan 2016 (pose 3)

 

 

Demikian kegiatan pertemuan rutin IKAS JOGJA yang dilaksanakan setiap 3 bulanan ini. Pertemuan ini diharapkan dapat terus meningkatkan eksistensi IKAS JOGJA dan IKASMARICAP secara keseluruhan.

Untuk, beberapa video dokumentasi, bisa diakses di sini. (Video 1 / Video 2)

Semoga semangat muda tetap terus ada dalam setiap jati diri Insan IKAS JOGJA. Walau kita hanya bertemu sekitar 4 jam saja, namun perlu diingat bahwa :

Justru pertemuan-pertemuan dengan waktu yang terlalu singkatlah, yang biasanya banyak membuat kenangan-kenangan yang pantas, indah dan layak untuk dikenang serta sampai dalam kalbu, hati dan memori.

SALAM IKASMARICAP !!

Selamat Datang IKAS’16 di Kota Perantauan

Sebuah kehormatan bagi kami, angkatan 2015, 9 Agustus 2016 bisa mengumpulkan adik-adik 2016  di Selasar Grha Sabha Pramana, UGM. Kami semua yaitu mahasiswa dan mahasiswi biasa saja yang kuliah di Kampus Kerakyatan, Universitas Gadjah Mada. Acara sharing-sharing lintas angkatan ini kami kemas manis dan spesial untuk adik-adik kami yang masih merasakan euforia PPSMB (Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru) UGM.

Dibuka dengan perkenalan masing-masing anak, dimulai dari angkatan 2016 kemudian 2015. Kemudian, dilanjut acara penyampaian kesan-kesan masuk UGM dari angkatan 2016. “Bersyukur bangeet kaak bisa masuk UGM, karena udah lama banget pengin masuk UGM, akhirnya….” , “Upacara Penutupan PPSMB nya kerrreeen bangeeet kaak, ya walaupun ada yang jadi cadangan karena harus pake pita hitam karena sakit”. Itulah secuil kalimat yang bisa mereka (2016) katakan tentang kesan masuk UGM. Angkatan 2015 yang mendengar kesan-kesan mereka ikut senang karena kehadiran merekalah kami semua bertambah anggota keluarga di kota perantauan ini. Acara selanjutnya ialah penyampaian pesan-pesan untuk angkatan 2016 dari angkatan 2015. “Iyaa… bersyukur masuk UGM, tapi jangan terlalu bangga dulu karena kalian bisa masuk UGM, kalian juga tetep bisa mengartikan nama almamater UGM. Benerin IPK kalian.” , “Jangan khawatir kalau kalian udah mulai homesick karena ingat, disini kita udah jadi keluarga. Sering-sering ajakin 2015 main, kumpul atau sekedar makan. Kalau kalian kangen bapak dan ibu kalian bisa ikutin serangkaian kegiatan Ikasmaricap, karena disitulah obat rindu keluargamu. Main boleh tapi hanya jadi selingan kuliah, kalo udah mulai penat boleh sesekali main.”

Setelah acara penyampaian kesan dan pesan, dilanjutkan pemaparan terkait dengan Ikasmaricap yang disampaikan oleh Hartoyo. Hartoyo menceritakan segalanya yang ia tau tentang Ikasmaricap. Mulai dari mengenalkan Ketua Umum Ikasmaricap, majalah Tegalredja, acara rutin 3 bulan di Yogyakarta, sampai dengan mengenalkan Mas dan Mba Ikasmaricap Yogyakarta. Sambil mendengarkan pemaparan Ikasmaricap dari Hartoyo, adik-adik 2016 dan angkatan 2015 membaca dan melihat isi majalah Tegalredja. Mereka terlihat senang ketika melihat bagian kumpulan foto, hihi.

Pemaparan Ikasmaricap sudah, dilanjut pemaparan Kemalagama oleh Fajar Dwi yang biasa kami sapa Patol. Patol menceritakan segala yang ia tau tentang Kemalagama. Kemalagama yaitu singkatan dari Keluarga Mahasiswa Cilacap Gadjah Mada. Tidak hanya alumni SMA N 1 Cilacap yang masuk dalam Kemalagama, namun semua anak-anak Cilacap dengan nama almamater SMA masing-masing. Program kerja dari Kemalagama sendiri ada beberapa yang disampaikan oleh Patol ialah Bakti Sosial, gayeng bareng masak dan makan mendoan, olahraga bareng dan jalan-jalan sekitar Yogyakarta. Dengan bermodalkan bensin dan motor, Kemalagama sudah berkunjung ke Tamansari, Candi Ijo, Rumah Mbah Maridjan, Turi.

Selanjutnya, sharing-sharing mengenai perkembangan The 7th Cilacap Campus Fair. Sebuah acara pendidikan Cilacap yang akan diselenggarakan oleh Fresh Graduate alumni SMA N 1 Cilacap,  adik-adik 2016.  Mulai dari surat menyurat, bakti sosial yang sudah terselenggarakan, dan penggalangan dana di acara Halal Bihalal Ikasmaricap di Bekasi. Saat ini mereka sedang menyusun strategi untuk kegiatan dana usaha di Yogyakarta. Dengan melihat pengalaman dari angkatan 2015, harapannya mereka mampu selektif untuk kegiatan danusan tahun ini. Angkatan 2015 hanya bisa membantu selagi kita mampu dan ada waktu, selebihnya angkatan 2015 serahkan kepada angkatan 2016 supaya angkatan 2016 kreatif dalam melihat peluang di danusan The 7th Cilacap Campus Fair.

Tak sadar jarum jam di jam tangan kami sudah menunjukkan pukul 20.45 WIB. Acara ditutup dengan foto bersama. Gaya foto ini ada artinya looh, tebak apa artinya? 261847

Syawalan dan Silahturahmi Keluarga Banyumas (KLUBAN) Yogyakarta

Hallo, Kangmas-Mbakyu dan Dimas-Diajeng ..

Bagaimana kabarnya? Alhamdulilah, mudah-mudah sehat selalu dan tetap dalam lindungan Allah ya, Aamiin

WhatsApp Image 2016-07-28 at 08.29.39
Pererat Silaturahmi ‘KLUBAN’ Gelar Syawalan

IKASMARICAP JOGJA – IKAS JOGJA mendapatkan undangan untuk hadir dalam acara Syawalan dan Silahturahmi Keluarga Banyumas (KLUBAN) D.I. Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan atas dukungan dari beberapa paguyuban daerah di antaranya PAKUDIMAS (Paguyuban Keluarga Dialek Banyumas), SERULINGMAS (Seruan Eling Banyumas) Yogyakarta, IKASMARICAP (Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Cilacap) Yogyakarta, HIMACITA (Himpunan Mahasiswa Cilacap di Yogyakarta), PURWANGGA (Paguyuban Warga Purbalingga), KMB (Keluarga Mahasiswa Banjarnegara), KEMANGGA (Keluarga Mahasiswa Purbalingga), IMBAS (Ikatan Mahasiswa Banyumas), dan IMAKTA (Ikatan Mahasiswa Kebumen di Yogyakarta.

Video Singkat, Klik Disini

Bertempat di gedung pertemuan Asrama Darmaputera UGM, Baciro pada tanggal 31 Juli 2016, acara ini dihadiri oleh ratusan insan tua-muda yang membawa aliran darah ke-banyumas-an.

Apa itu??

Iyapp, betul sekali, NGAPAK STYLE,

Tak perlu malu, dan tak perlu ragu, NGAPAK (Krama Ndesa) adalah budaya kita yang juga perlu untuk dilestarikan. Ayo dibudayakan dan jangan dilupakan ya, khususnya buat yang muda-muda nih  :)

Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan akan muncul dinamika keluarga besar pada masyarakat yang notabene-nya berdialek banyumas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) – sebagaimana dilansir oleh Kedaulatan Rakyat. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 600 orang, dari berbagai generasi yang mendiami Yogyakarta ini.

Penggelaran kegiatan ini juga dapat memberikan kesan kehidupan di kota tercinta, CILACAP bagi IKASMARICAP. Sehingga, seraya menikmati dialek yang tidak asing ditelinga, kemudian melepaskan rindu dan kangen pada kerabat atau teman/tetangga dekat.

Berikut beberapa dokumentasi dari kegiatan KLUBAN ini, check it ….

WhatsApp Image 2016-07-31 at 15.50.58
Hayo, IKAS Jogja, siapa aja nih?
WhatsApp Image 2016-07-31 at 08.23.37
Suasana Ruang Pertemuan pada pagi hari (Sesi Penerimaan Tamu)
WhatsApp Image 2016-07-31 at 10.15.32
Jempolnya empat aja nih, hehe

Semoga kegiatan ini dapat terus berlangsung di masa yang akan datang, mengingat juga mengenai apa tujuan dari kegiatan ini. Dan semoga juga kegiatan ini dapat diikuti oleh wilayah lain, tidak ada salahnya kita bergabung bersama karena kita masih satu darah, satu dialek, NGAPAK Tercinta …

Okeeee, sepertinya cukup sekian nih update berita IKAS Jogja kali ini, admin pamit undirr (undur diri) yaaa … Sampai bertemu di kabar selanjutnya, karena admin selalu memberikan kabar kembali (Apaan sihh, ga jelas nih adminnya,, haha)

SALAM IKASMARICAP !!

Temu Kangen IKASMARICAP Yogyakarta

Halloo, kangmas-Mbakyu dan Dimas-Diajeng IKASMARICAP,
Ada kabar nih, walau acaranya sudah agak lama, akan tetapi bagi-bagi informasi tidak ada salahnya juga kan … Hehehee …

“Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain” – Cicero

IMG20160805084514

YOGYAKARTA –  Belum lama ini Temu Kangen Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Cilacap cabang Yogyakarta digelar. Temu Kangen IKASMARICAP Yogyakarta ini dilaksanakan di Pondok Bebakaran, Jalan Imogiri, Yogyakarta pada 28 Februari 2016. Temu Kangen ini sudah merupakan kegiatan rutin yang diadakan rutin setiap 3 bulan bersamaan dengan kegiatan arisan IKASMARICAP Yogyakarta.

Tidak kalah dengan Temu Kangen sebelum-sebelumnya, silaturahmi antar-angkatan, canda dan gurau, kisah dan cerita kembali turut mewarnai dan mengisi ruang kegiatan Temu Kangen ini. Tak lupa juga turut hadir beberapa mahasiswa/i dari angkatan 2013 dan 2015 yang merupakan alumni dari salah satu Sekolah Menengah Atas favorit di Kabupaten Cilacap yang lebih akrab disapa SMAN1C ini. Hadir juga para sesepuh, eyang, embah, bapak, ibu, mas dan mba (Uups, jangan lupa di IKASMARICAP, mau tua atau muda tetap di panggil Mas dan Mba yaaa … ) yang tak pernah henti-hentinya memberikan nasehatnya, memberikan garam kehidupannya sebagai suatu pelajaran bagi kaum yang lebih muda, sehingga harapannya dapat menjadi panutan atau pijakan ke depan.

Uups, ada yang UNIK nih, hadirin dalam a

cara Temu Kangen ini ternyata dibagikan celengan tanah liat. Kira-kira buat apa ya?

Hmm,,.. usut punya usut ternyata celengan ini berfungsi untuk ****** (coba tanya kepada warga IKAS JOGJA kalau Kepo Maksimal yaa, wkwk)

Tak hanya hal-hal diatas aja nih, Temu Kuaanggen ini juga memperingati Ulang Tahun beberapa anggota IKAS JOGJA. Dengan disuguhkan sebuah kue Brownies Coklat yang lezaat dan alunan musik Ulang Tahun dan lagu-lagu tempo doeloe, maka Temu Kangen ini semakin mempererat ikatan batin kita satu sama lain, dan tidak lupa juga ada foto-foto selfie bersama nih, haha

Baik tua maupun muda ternyata sama-sama eksisnya, kalau udah selfie-selfie gini, mana ga ada yang mau ngalah juga, haha

Berikut beberapa dokumentasi dari Acara Temu Kangen IKAS JOGJA ini, check this out …

IMG-20160228-WA0049
Sesepuh IKAS JOGJA
IMG-20160228-WA0048
Sesepuh IKAS Jogja
IMG-20160228-WA0007
Meja Penjamuan, Mba siapa hayo ?
IMG-20160228-WA0022
Aduh, Mahasiswa makan nya lahap bener, hemat hemat wkwk
IMG-20160228-WA0036
Aduh, Selfie-selfie nih, tua-muda :)
IMG-20160228-WA0034
Wah, makin rame aja, selfie-an nya
IMG-20160228-WA0033
Siapa aja hayoo?
IMG-20160228-WA0031
kamera, rollingg… Cekrikk wkwk
IMG-20160228-WA0046
Sesepuh, Ayo siapa yang hafal, cung ??
IMG-20160228-WA0029
Lagu Kebanggaan kita, kuyy dinyanyikeen :)
WhatsApp Image 2016-08-04 at 22.11.00
Ayo, dilist nama-namanya, hehe
WhatsApp Image 2016-08-04 at 22.11.01(1)
Yang mana paling muda?
WhatsApp Image 2016-08-04 at 22.11.01
Bersama kita bisaaa!!!

Beragam kata akhir dalam setiap cerita, beragam kata pembuka dalam setiap kisah. Namun, hanya ada salam di setiap awal dan akhir pertemuan serta perpisahan, maka dari itu ijinkanlah admin undur pamit dulu untuk postingan ini …

Jangan bingung, jangan bosan, jangan jemu, jangan jenuh dan jangan kapok-kapok untuk kembali membaca update berita dari IKAS JOGJA ..

SALAM IKASMARICAP !!

Ikatan Alumni SMAN 1 Cilacap